Popular Posts

 photo fgr_zpsa263fa65.gif
Welcome to visit website the Voice of Watikam, Progressive, Militant, Patriotic for a Free and Independent West Papua Nation-State

Sorong to Samarai : One People One Soul, One Country, One Papua New Gunea

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew

 "ONE PEOPLE ONE SOUL, ONE COUNTRY, ONE PAPUA NEW GUNEA"


Dalam menjalankan hak-hak dan kebebasan-kebebasannya , setiap orang harus tunduk hanya pada pembatasan-pembatasan yang ditetapkan oleh undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan yang layak terhadap hak-hak dan kebebasan-kebebasan orang lain , dan untuk memenuhi syarat-syarat yang adil dalam hal kesusilaan , ketertiban dan kesejahteraan umum dalam suatu masyarakat yang demokratis .

Ol raits i mas igat lo i stap long lukautim raits bilong ol narapela , raits bilong yu no inap daunim raits bilong narapela .

 Setiap orang berhak atas taraf hidup yang menjamin kesehatan dan kesejahteraan untuk dirinya dan keluarganya , termasuk pangan , pakaian , perumahan dan perawatan kesehatannya serta pelayanan sosial yang diperlukan , dan berhak atas jaminan pada saat menganggur , menderita sakit , cacat , menjadi janda , mencapai usia lanjut atau mengalami kekurangan mata pencarian yang lain karena keadaan yang berada di luar kekuasaannya .

Yumi olgeta igat rait long stap gut na lukautim femili bilong yumi , long halivim olsem , kaikai , klos , haus na marasin . Sapos manmeri i no gat wok , em sik , kisim bagarap long sampela hap long bodi , lapun stret , na ol narapela samting i mekim sindaun i hat . Yum igat rait long askim gavman long halivim .

 Setiap orang berhak atas bantuan yang efektif dari pengadilan nasional yang kompeten untuk tindakan pelanggaran hak-hak dasar yang diberikan kepadanya oleh undang-undang dasar atau hukum .

Olgeta manmeri igat rait long kot , long sanap long kot na kisim kompensesen sapos narapela manmeri o gavman i no bihainim Mama Lo bilong kantri bilong yumi .

Setiap orang , dalam persamaan yang penuh , berhak atas pengadilan yang adil dan terbuka oleh pengadilan yang bebas dan tidak memihak , dalam menetapkan hak dan kewajiban-kewajibannya serta dalam setiap tuntutan pidana yang dijatuhkan kepadanya .

Ol manmeri igat rait long sanap na harim kot long ples klia , na husat i harim kot i mas stap fri long ol kainkain tingting long wokim gutpela tingting .

Orang-tua mempunyai hak utama untuk memilih jenis pendidikan yang akan diberikan kepada anak-anak mereka .
Olgeta papa mama igat rait long painim wanem kain skul i gutpela long pikinini bilong ol .


 Mereka mempunyai hak yang sama dalam soal perkawinan , di dalam masa perkawinan dan pada saat perceraian .

Ol Manmeri i bikpela pinis igat rait long marit , maski blek o wait , wanem lotu o wanem lotu o wamem kantri yu kam long em .

Semua berhak atas perlindungan yang sama terhadap setiap bentuk diskriminasi yang bertentangan dengan Pernyataan ini dan terhadap segala hasutan yang mengarah pada diskriminasi semacam itu .

Sapos lo ino luksave long yumi wankain , yumi gat rait long tokaut long lo .

Menimbang bahwa pengakuan atas martabat alamiah dan hak-hak yang sama dan mutlak dari semua anggota keluarga manusia adalah dasar kemerdekaan , keadilan dan perdamaian di dunia ,

Long luksave olsem olgeta manmeri mas igat respek , na olgeta manmeri long dispela graun igat wankain raits long bihainim laik bilong ol , long gat lo na oda na gat gutpela sindaun .

 sebagai satu standar umum keberhasilan untuk semua bangsa dan semua negara , dengan tujuan agar setiap orang dan setiap badan dalam masyarakat dengan senantiasa mengingat Pernyataan ini , akan berusaha dengan jalan mengajar dan mendidik untuk menggalakkan penghargaan terhadap hak-hak dan kebebasan-kebebasan tersebut , dan dengan jalan tindakan-tindakan progresif yang bersifat nasional maupun internasional , menjamin pengakuan dan penghormatannya secara universal dan efektif , baik oleh bangsa-bangsa dari Negara-Negara Anggota sendiri maupun oleh bangsa-bangsa dari daerah-daerah yang berada di bawah kekuasaan hukum mereka .

Tokaut long dispela toksave long raits bilong manmeri long olgeta hap bilong dispela giraun . Long kamapim wanpela wei bilong olgeta manmeri na olgeta kantri , na olgeta wanwan manmeri , na olgeta samting I save mekim kamap komuniti , tingim dispela toksave , ol I mas skulim ol man meri bilong strongim , insait long wanwan kantri na tu long ol narapela kantri .

Setiap orang berhak atas pengakuan di depan hukum sebagai pribadi di mana saja ia berada .

Olgeta manmeri long olgeta hap igat rait long luksave blong lo

Spirit of West Papua Melanesian People

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew

Yang cantik dong bilang torang lebih sayang aktivis Papua Merdeka, kenapa ya?

Menurut idntimes.com menjadi seorang aktivis itu banyak orang menilai para aktivis itu tak menarik untuk dijadikan pasangan. Mereka terlalu sibuk di luar. Namun jangan salah sobat! sepertinya banyak perempuan cantik Papua ini lebih sayang memilih para aktivis karena itu masuk kriteria pasangan idaman. Alasan kenapa punya pasangan aktivis membuatmu juga akan bangga dan bersyukur. Simak baik-baik ya.
Dukungan Papua Merdeka dari Pasifik Melanesia - Via : fwpaction.blogspot.com
Kamu tidak akan kekurangan perhatian. Pada hidup orang lain yang tidak dikenal saja dia peduli, apalagi hidupmu,  Integritas dan tanggung jawab yang dia miliki membuatmu tidak akan ditelantarkan. Juga Pergaulannya luas, mengetahui banyak informasi sehingga dia jadi sosok yang bisa diandalkan. Mereka sudah mengenatahui akan masa depan. Oleh sebabnya kata perempuan Papua bilang "Za sayang ko, tapi za lebih sayang mereka yang berbicara Papua merdeka".

Banyak masalah yang terjadi di Papua membuat perempuan Papua tidak tinggal diam, mereka mendorong generasi mudah Papua untuk lebih selamatkan generasi Papua sebagai "Hitam Kulit Kriting Ramput Aku Papua", seperti lirik lagunya Edo Kondologit itu.

Payokwa-gwe - Via : suaradukanews.blogspot.com

Patriot Revolusioner, Piet Victor Kogoya Telah Tiada





Watikam Voice – Salah satu pejuang kemerdekaan Papua, Victor Kogoya yang merupakan salah satu tokoh terdepan KNPB  telah menghembuskan nafas terakhir di kediaman rumah keluarga, Wamena (18/07/2012) pukul 11.00 wp. Victor meninggal setelah menjalani masa -masa krisis akibat penyakit lambung yang dideritanya selama berbakti demi panggilan bangsa Papua Barat. Hari ini (20/07/2012) almarhum dimakamkan di Pekuburan Umum Sinama.

Alm. Victor Kogoya atau yang bernama lengkap Piet Victor Kogoya, S.sos, M.hum merupakan patriot muda di barisan KNPB yang sangat radikal dan berani dalam mengorganisir dan mengkomandoi setiap aksi-aksi yang melibatkan ribuan massa rakyat Papua, dalam menyuarakan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua. Dia juga merupakan salah satu aktivis yang konsisten mengkompanyekan referendum.

Dimata kawan-kawannya di AMP, Front PEPERA PB, maupun KNPB, ia adalah salah satu motor penggerak yang tidak banyak bicara. Ia salah satu dari sekian banyak aktivis yang melupakan masa kesenangan dunia dan ikut menghabiskan penderitaan bersama kawan-kawannya di jalan-jalan perjuangan.

Masa kuliahnya di Jakarta dihabiskan di jalan-jalan bersama microphone, tiada lelah berjalan kaki, masuk keluar sudut -sudut ibukota penjajah di Jakarta, terus mengobarkan semangat perlawanan di depan mulut penjajah, di markas kolonial. Karir dalam gerakan perjuangan dimulai sejak menjadi Ketua AMP Wilayah Jakarta sejak 2005 hingga menjadi ketua Front PEPERA Wilayah Jakarta dan terakhir dirinya memimpin exodus Mahasiswa Se-Jawa dan Bali ke Papua bersama pada awal 2009.

Alm Victor bergabung bersama KNPB di Port Numbay  dan secara terbuka melakukan aksi-aksi menuntut referendum di Papua, terutama di Port Numbay. Menurut keluarganya, hari-hari sebelum ia menghembuskan nafas terakhir alamarhum meninggalkan pesan yang mendalam bagi perjuangan bangsa Papua. “sa sayang Papua, Papua sedikit lagi pasti merdeka, tetap berjuang”, pesan almarhum dengan meneteskan air mata terakhir.

Upacara penguburan yang dilakukan secara resmi oleh KNPB tadi pagi dihiasi dengan ucapan-ucapan selamat jalan terhadap sang patriot revolusiner Papua Barat. “Berbahagialah mereka yang menderita dan mati karena kebenaran”, demikian kutipan pesan yang disampaikan oleh Victor Yeimo dari KNPB yang merupakan teman seperjuangannya.

Watikam Voice: Silahakan Berdialogue, Tetapi Rakyat Suku Walak West Papua Tidak Punya Kepentingan dengan Kolomial Indonesia

Watikam Voice: Rakyat Papua inginkan dialgoue, silahakan berdialogue. Tetapi ada garis yang jelas, angkatan bersenjata yang menentang penjajah dengan bergerilya jangan dipaksa berdialogue. Nanti kita rakyat Papua akan dianggap tidak tahu berpolitik dan tidak layak berorganisasi di era globalisasi ini. Kita harus tampil layak dan presentable di pentas politik global sebagai sebuah perjuangan yang modern. Perjuangan yang modern dan presentable itu pertama sekali ditunjukkan oleh pembedaan dan perbedaan yang jelas dan tegas disertai kebijakan dan langkah-langkah yang jelas dan tegas antara organisasi dan angkatan, antara yang bergerilya dengan yang berpolitik.

Orang Papua sekarang harus tahu, bahwa perjuangan meneruskan aspirasi senegap bangsa dan Tanah Papua sekarang ini sudah modern, sudah terpola dan terorganisir. OPM masih ada, terus berpolitik. Angkatan bersenjatanya masih ada, dan masih aktiv.


Sejarah Perjuangan Papua Merdeka

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew
 photo vanuatu_zpsed2b2tvn.jpg  photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

Sejarah Perjuangan Papua Merdeka

Ulasan Singkat untuk Menempatkan PMNews dalam Konteks Kampanye Papua Merdeka

Fakta dari perjuangan bangsa Papua antara lain:

  1. Perjuangan identitas ASPIRASI bangsa Papua di Babo Bentuni 1930-an.
  2. Perjuangan bersenjata KORERI di Biak Teluk Gelvijnk/ Cenderawasih 1940-an.
  3. Permulaan nama post Hollandia 1910.
  4. Waktu Sekutu Gen.MacA rthur1944 Belanda mulai buka tata administrasinya namanya NICA (NederlandsIndies Adsministration). Sebelum perang Pasifik tanah Papua tidak termasuk dalam wilayah East Indies /VOC/ pemerintahan Batawi.
West Papua Topographic Map
West Papua Topographic Map (Photo credit: Wikipedia)

Proklamasi Kemerdekaan 1 Juli 1971

Papua Merdeka News mengakui berdasarkan Undang-Undang Revolusi West Papua tentang Proklamasi Kemerdekaan 1 Juli 1971 di Waris Raya, Port Numbay.

PROKLAMASI

Kepada seluruh rakyat Papua, dari Numbai sampai ke Merauke, dari Sorong sampai ke Balim (Pegunungan Bintang) dan dari Biak sampai ke Pulau Adi.

Dengan pertolongan dan berkat Tuhan, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk mengumumkan pada anda sekalian bahwa pada hari ini, 1 Juli 1971, tanah dan rakyat Papua telah diproklamasikan menjadi bebas dan merdeka (de facto dan de jure).

Semoga Tuhan beserta kita, dan semoga dunia menjadi maklum, bah-wa merupakan kehendak yang sejati dari rakyat Papua untuk bebas dan merdeka di tanah air mereka sendiri dengan ini telah dipenuhi.

Victoria, 1 Juli 1971
Atas nama rakyat dan pemerintah Papua Barat,

Seth Jafet Rumkorem

(Brigadir-Jenderal)
3 Desember 1974

Dalam upacara pembacaan proklamasi itu, Rumkorem didampingi oleh Jakob Prai sebagai Ketua Senat (Dewan Perwakilan Rakyat?), Dorinus Maury sebagai Menteri Kesehatan, Philemon Tablamilena Jarisetou Jufuway sebagai Kepala Staf Tentara Pembebasan Nasional (TEPENAL), dan Louis Wajoi sebagai Komandan (Panglima?) TEPENAL Republik Papua Barat.

Era Setelah Proklamasi Kemerdekaan 1 Juli 1971

Setelah proklamasi kemerdekaan ini terjadilah perpecahan di dalam tubuh OPM, khususnya antara Seth Jafet Roemkorem dengan Hendrik Jacob Prai yang berakibat perpecahan basis atau markas pertahanan mereka. Organisasi perjuangan sayap militer juga terpecah menjadi Tentara Pembebasan Nasional (TPN) di bawah komando Seth Jafeth Roemkorem yang sering dijuluki sebagai kubu Markas Victoria (disingkat Marvic) dengan Tentara Pembebasan Nasional (TPN); dan Kubu Pembela Kebenaran (atau disingkat Markas Pemka) pimpinan Hendrick Jacob Prai dengan Tentara Pembebasan Nasional (TEPENAL).

TEPENAL kemudian membentuk beberapa Panglima Daerah dan bentukan KODAP (Komando Daerah Pertahanan) dan sampai saat ini masih eksis di rimbaraya New Guinea, yaitu antara lain KODAP III Nemangkawi untuk wilayah Kabupaten Fak-Fak (Panglima Kelly Kwalik), KODAP II untuk kabupaten Jayawijaya (Panglima Mathias Wenda), KODAP V wilayah Papua Selatan (Panglima Bernardus Mawen); dan KODAP IV Paniai (Panglima Tadius Yogi).

Para panglima bentukan Jacob Hendrik Prai ini masih beroperasi sampai hari ini, sementara turunan dari Markas Victoria terbagi menjadi beberapa kubu seperti Hans Richard Joweni (di wilayah Sarmi) dan Melkias Awom (di Biak). Markas Victoria kemudian dikendalikan oleh Brig. Jend TPN Hans Bomay bersama Letnan Jenderal TPN Lukas Tabuni, bersama Rev. Jend. Mandin Maah Jikwa dan Chief Jend. Obarek B. Yikwa, yang telah meninggal dunia, dan diteruskan oleh General Tiben Pagawak, Lego Yikwa dan Danny Kogoya. Kini (2014) Lego Yikwa dan Danny Kogoya telah meninggal dunia.

Sebelum penyerahan tongkat komando kepada General Mathias Wenda basis Markas Victoria (TPN) pimpinan Seth Jafet Roemkorem telah kosong karena friksi dan perang saudara antara kubu PEMKA dengan kubu Victoria. Capt. Mathias Wenda sebagai Komandan Operasi di era kepemimpinan Jacob Prai diperintahkan untuk mengamankan situasi lapangan, khususnya pucuk pimpinan komando Papua Merdeka yang mendua sehingga terjadi peperangan hebat antara kedua kubu di wilayah perbatasan West Papua - Papua New Guinea, tepatnya di kampung Wutung.

Penangkapan dan Pengasingan Pimpinan OPM oleh Pemerintah Papua New Guinea

Menanggapi pertikaian di dalam tubuh perjuangan Papua Merdeka yang tidak sehat, maka pemerintah Papua New Guinea melangsungkan Operasi Penangkapan para kunci pecah-belah dalam tubuh perjuangan Papua Merdeka. Hasilnya Jacob Prai, Seth Roemkorem dan Otto Ondawame ditangkap dan dijebloskan ke penjara Bomana, Papua New Guinea, disusul beberapa komandan lapangan mereka seperti Alex Derey dan Geradus Tom (Komandan Mata Satu). Seth Roemkorem dan dua komandan lapangan ini minta suaka dan diterima menetap di Negeri Belanda. Sementara sang Komandan PEMKA Jacob Prai dan sekretarisnya Otto Ondawame memintakan suaka dan diterima oleh Pemerintah Sosialis Swedia waktu itu, dan sampai hari ini keduanya berkewarga-negaraan Swedia.

Skenario pemerintah PNG waktu itu kedua kubu diberi Surat Undangan secara terpisah tetapi pada waktu bersamaan. Isu Surat menyatakan perlu ada pertemuan antara pimpinan OPM dan pimpinan PNG untuk membicarakan bantuan PNG untuk Papua Merdeka. Untuk itu mereka diundang datang ke Kota untuk pembicaraan lebih lanjut. Karena undangan dimaksud ditandatangani oleh pejabat resmi dengan kop surat yang resmi, maka tanpa diketahui baik Prai maupun Ondowame dan Roemkorem datang ke kota pada waktu bersamaan. Mereka kemudian ditangkap pada waktu bersamaan, dan dipenjarakan di penjara Bomana Papua New Guinea secara bersama-sama sambil menunggu mereka minta suaka.

Menyusul mereka juga ditangkap panglima lain, yaitu Alexander Derey dan Geradus Tom (sering dipanggil Komandan Mata Satu). Keduanya kini berkewarga-negaraan Belanda dan aktiv berbicara atas nama OPM di pertemuan-pertemuan informal di antara orang Papua.

Sementara terjadi operasi sapu bersih di antara pejuang Papua Merdeka sendiri telah juga hadir Ottow Ondawame, seorang pemuda dari Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih dan Leo Wakerkwa dari Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Cenderawasih. Kedua pemuda membantu Panglima PEMKA Jacob Prai.

Laurentz Dloga dan Tentara Revolusi West Papua

Di antara mereka juga hadir seorang tokoh perjuangan Papua Merdeka yang telah melakukan banyak pekerjaan yang cukup berarti bagi kemerdekaan West Papua, yaitu Laurentz Dloga (Logo). Kehadiran dia memungkinkan terbentukan Tentara Revolusi West Papua, dan telah menjalin kerjasama dengan Negara-negara yang sudah merdeka, terutama Papua New Guinea. Menteri perhubungan dan juga perdana Menteri Papua New Guinea waktu itu Iambeki Okuk (seorang Kepala Suku dari pegunungan Papua Timur, tepatnya Provinsi Goroka). Keduanya dibantu oleh Gabriel Ramoy dan Powes Parkop yang waktu itu ialah mahasiswa.

NKRI bekerja extra keras dan mereka berhasil menghabisi nyawa dari Iambeki Okuk di Australia, membunuh Laurentz Dloga di Markas Victoria (oleh pasukannya sendiri) dan membenjarakan Powes Parkop (saat ini -2014- menjadi Gubernur DKI Port Moresby) dan Gabriel Ramoy (saat ini -2014- anggota parlemen di Provinsi Sandaun.

Ada yang menganggap penangkapan ini sebagai keberhasilan operasi intelijen NKRI, akan tetapi menurut PMNews peristiwa ini murni sebagai tanggapan PNG terhadap realitas friksi dan faksi yang ada di dalam perjuangan Papua Merdeka. Buktinya selang beberapa pekan setelah penangkapan mereka, maka Laurentz Dloga dan Mathias Wenda dipanggil dan diarahkan oleh pemerintah Papua New Guinea untuk merapihkan barisan pertahanan dan meneruskan perjuangan bangsa Papua di pulau New Guinea.

Papua New Guinea shares the island of New Guin...
Papua New Guinea shares the island of New Guinea, world's second largest, with two Indonesian provinces (Photo credit: Wikipedia)

Pucuk Komando Jatuh ke Tangan Gen. TEPENAL Mathias Wenda

Tongkat Komando TEPENAL diserahkan oleh Jacob Prai kepada Matius Tabu (karena Jacob Prai ditangkap oleh polisi PNG waktu itu). Kemudian Matisu Tabu juga ditangkap oleh NKRI. Beberapa hari menjelang penangkapannya tongkat Komando diserahkan kepada BrigGend. TEPENAL Mathias Wenda.
Sebelum penyerahan tongkat komando telah diakukan penaikan pangkat dalam masa darurat untuk Gen. Mathias Wenda dari Brig.Gend menjadi General TEPENAL Mathias Wenda. Masa ini tongkat komando Revolusi West Papua ada dalam kondisi genting karena pertikaian di dalam tubuh Organisasi Papua Merdeka dan operasi dari pemerintah PNG serta operasi pengejaran dan penangkapan oleh ABRI NKRI.
Setelah tongkat Komando jatuh ke tangan Gen. TEPENAL Mathias Wenda, maka dilakukan rapat-rapat tingkat Perwira antara kubu Pemka dengan kubu Viktoria, yang akhirnya menghasilkan kesepakatan untuk menggabungkan kedua faksi ke dalam satu kubu bernama Tentara Pembebasan Nasional - Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM).

Sejak masa inilah nama TPN/OPM mulai santer dipakai. Sedangkan sebelumnya nama TEPENAL dan TPN dipakai secara terpisah, tidak digabungkan dengan penggunaan nama OPM.

General Mathias Wenda sebagai seorang Kepala Suku Besar dari Suku Walak di Lembah Baliem, maka perbedaan dan pembedaan antara organisasi perjuangan Papua Merdeka sayap militer dan sayap politik menjadi kabur. General Wenda menjalankan kepemimpinan ala Panglima Perang dalam suku-suku di pegunungan Tengah Papua.

Setelah puluhan tahun lamanya, dengan kemunculan pemuda dari Tanah Papua seperti Jonah Penggu (sering memanggil dirinya bermarga: Wenda) Amunggut Tabi dan disusul Benny Wenda, maka terjadi upaya-upaya pembenahan lebih lanjut. Diupayakan berkali-kali untuk harmonisasai dan konsolidasi hubungan kubu Pemka dan Victoria, tetapi usaha-usaha di rimba New Guinea tidak begitu sukses. Yang berhasil dan nampak ada hasilnya ialah pembentukan WPPRO (West Papua Peoples Representative Office) oleh Andy Ayamiseba (OPM Victoria) dan Otto Ondawame (OPM Pemka).

Kedua tokoh OPM (Ayamiseba dan Ondawame) terus membangun komunikasi dengan para gerilyawan di rimba New Guinea. Hasilnya para penglima dari kubu Pemka dan Viktoria berhasil menjumpai kedua pemimpin di Vanuatu mulai tahun 2003 sampai 2007 secara berturut-turut datang dan pergi secara bergantian. Dalam pada itu dibentuk-lah organisasi baru bernama WPNCL (West Papua National Coalition for Liberation) di mana para tokoh OPM kubu Victoria (Rex Rumakiek dan Andy Ayamiseba) dan OPM kubu PEMKA (Amungut Tabi, Benny Wenda dan Otto Ondawame) membangun komunikasi konstruktiv untuk menghapus dan menyembuhkan luka-luka tidak diharapkan yang pernah muncul dalam sejarah perjuangan Papua Merdeka.

Akhirnya terbukti, Jend. TPN Hans Richard Joweni diangkat sebagai Ketua WPNCL dan Dr. John Otto Ondawame sebagai Sekretaris Jenderal. Perbedaan Pemka-Viktoria ternyata lebih berarti dan lebih berpengaruh di era kepemimpinan Prai-Roemkorem. Setelah Roemkorem meninggal dunia dan diteruskan oleh Ayamiseba, Rumakiek, dan Joweni serta Prai menjadi pensiun dari kegiatan politik Papua Merdeka dan diteruskan oleh Ondawame, Amunggut Tabi dan Benny Wenda tanpa ada bayangan atau pengaruh sedikitpun dari perpecahan yang pernah terjadi.

Perpecahan dan perang saudara yang pernah terjadi kini menjali sejarah pahit, tetapi tidak berpengaruh begitu besar terhadap generasi muda pejuang Papua Merdeka. Walaupun begitu para lawan politik dan musuh kebenaran tidak pernah tinggal diam.

Telah banyak kali NKRI berupaya menangkap dan memenjarakan dan juga membunuh khususnya Panglima Mathias Wenda, tetapi General Wenda dengan ketangkasannya telah meloloskan diri dari maut. Beberapa kali pernah dipenjarakan di Papua New Guinea dan diadili di sana, dengan tuduhan melakukan kegiatan illegal di Negara PNG. Akan tetapi dengan Hukum Adat sebagai seorang Kepala Suku ia berhasil membela diri, memupuskan harapan dan doa NKRI untuk merepatriasi Gen. Wenda ke Indonesia untuk dijatuhi hukum sesuai hukum colonial NKRI.

Apa Benar Situs PapuaPost.com diblokir oleh kolonial NKRI ?

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew
  • PapuaPost.com diblokir NKRI?


    PAPUApost.com sebagai Corong Kebenaran untuk Keadilan di Tanah Papua tidak merasa kecewa, malahan sangat beruntung bahwa NKRI memblokir situs kami ini sebagai pertanda Tipudaya selalu takut kepada Kebenaran!, walaupun ia tahu pada akhirnya ia akan kalah.

    Untuk TETAP membaca PAPUApost.com di Indonesia, ini sarannya:
    1. Cari di Google Plugins dari Browser Mozila Firefox atau Google Chrome bernama "anonymox" dan install plugins dimaksud di browser Anda.
     
    2. Setelah install, maka browser Anda distart ulang, atau komputer restart lebih bagus.

    3. Begitu Anda ketik papuapost.com, maka Anda dengan aman akan membaca, dan blokir NKRI TIDAK BERLAKU LAGI!

    Kami sarankan isntall PortableApps di Flashdisk anda, di dalamnya anda bisa install browser, dan browser Anda dilengkapi "anonymox", maka Anda aman berselancar, larangan NKRI tidak berlaku, secara TOTAL.
 photo aktifmenulis_zps397205a9.jpg

Tarian Adat Suku Walak Wamena Papua

Tarian Adat Suku Walak Wamena Papua

Tarian Tradisional oleh Suku Walak Wamena Papua

Tarian Tradisional oleh Suku Walak Wamena Papua

Musik Tradisional Kosili Watikam Papua

Musik Tradisional Kosili Watikam Papu, Generasi anak-anak Watikam Papua



Nyanyian Duka Cita

“Apakah meditasi mendalam membebaskan jiwa dari segala macam duka cita?”, demikian banyak orang bertanya di sesi meditasi. Tiap sahabat yang meditasinya mendalam tahu, meditasi tidak menghentikan karma. Meditasi hanya memperbesar kemampuan seseorang untuk mengalir sempurna dengan tiap putaran karma yang datang.

Sebelum bathin disentuh meditasi, ia mirip dengan cangkir kecil dan sempit. Sedikit saja ada gerakan kehidupan, maka bathin akan ribut dan riuh bersama segala protesnya. Dan meditasi melalui kegiatan menyaksikan, pelan perlahan tapi pasti membuat ruang-ruang bathin semakin lebar dari hari ke hari. Itu sebabnya, ada yang menulis kalau puncak meditasi adalah boundless capacity to suffer (kemampuan untuk menderita secara tidak terbatas).

Di zaman ini manusia mengagumi tokoh-tokoh sepert Nelson Mandela, Bunda Teresa, YM Dalai Lama hingga Mahatma Gandhi. Mereka semua bertumbuh di tempat dan tradisi yang berbeda, tapi semuanya dibikin bercahaya jiwanya melalui serangkaian dukacita yang mendalam.

Nelson Mandela dipenjara selama 27 tahun, Bunda Teresa tumbuh di tengah penderitaan Kalkuta yang sangat menyedihkan, YM Dalai Lama kehilangan negerinya di umur belasan tahun, Mahatma Gandhi wafat ditembak. Pesan simboliknya sederhana, ada rahasia-rahasia cahaya di balik dukacita.
Siapa saja yang lari menjauh dari dukacita, tidak saja kehilangan kesempatan untuk menjadi dewasa, juga kehilangan kesempatan untuk disinari oleh cahaya indah yang dibawa oleh duka cita. Sejujurnya, duka cita membawa sejumlah pesan spiritual yang layak diendapkan.
Pertama, dukacita adalah undangan untuk membuat jiwa menjadi semakin dewasa. Sebagaimana telah dialami banyak jiwa yang dewasa, tanpa dukacita maka kedewasaan tidak pernah lahir. Pesan kedua yang dibawa dukacita, ia adalah kesempatan untuk membayar hutang-hutang karma. Dukacita mirip membayar cicilan mobil sedikit demi sedikit.
Pesan ketiga dukacita, ia adalah putaran waktu dalam kehidupan untuk bersih-bersih. Kesuksesan, kekayaan, keterkenalan mirip dengan pesta. Semua pesta ada akhirnya. Dan setelah pesta berakhir, semua kekotoran mesti dibersihkan. Dan dukacita adalah sapu, lap pel, air yang bisa membuat rumah jiwa bersih kembali.

Dan meditasi sangat membantu dalam hal membersihkan rumah jiwa. Bathin yang tidak disentuh meditasi menolak dukacita. Sebagian bahkan menyebut dukacita sebagai kemarahan Tuhan. Bathin yang disentuh meditasi lain lagi, ia akan mendekap setiap duka cita yang datang.

Terutama karena tahu, hanya dengan melewati duka cita mendalam kemudian jiwa jadi dewasa, hutang-hutang karma terlunasi, serta rumah jiwa jadi bersih jernih. Mungkin ini sebabnya kenapa sejumlah nabi juga mengalami dukacita mendalam.

Dengan cara pandang seperti ini, duka cita tidak lagi menjadi serangkaian tangisan. Sebaliknya, dukacita menjadi serangkaian nyanyian. Bukan sembarang nyanyian, melainkan nyanyian jiwa.
Author: Watikam Crew